Senin, 17 Juni 2013
ijinkan berlalu
rasa....
biarkan rasa itu melepuh
bersama miliaran joule kalor haru
membiarkan kisah kita berhenti berburu
kau yang tahu, bukan aku
berlarut mengukir pada harap kelabu
yang hitam dulu
bukan berlalu
justru berdebu
kau yang tahu, bukan aku
puzzle kita pernah bersatu
namun, belum satu abad berumur
tertinggal puing-puing sendu
kau yang jauh lebih tahu
maafkan aku
atas apa yang aku pahami
tapi bersembunyi dalam kepuraan abadi
Allah yang Maha Mengatur
Harapku....
tinggalah dengan bahagiamu
dan aku pun begitu, dengan bahagiaku
maka ijinkanlah aku berlalu
menghapus mimpimu
yang mungkin juga pernah menjadi mimpiku...
#maka penerimaan itu pun menjadi sebuah perjuangan
Minggu, 03 Maret 2013
It's My Decision
Seperti berjalan di atas titian kayu
mudah terombang-ambing
oleh angin
oleh hujan
oleh badai...
Mana mungkin kita akan berjalan di atas keraguan ?
Keraguan itu....
Ada banyak 'mungkin' yang menyebabkannya.
Kau tahu...
membangun sebuah keputusan di atas segala keraguan itu...
berat dan...
tak bisa ku bayangkan apa yang akan kemudian terjadi nanti.
Ada yang bilang,
mungkin itu awal yang meragukan tapi kalau sudah dijalani,
pasti akan menemukan kemantapan.
Bagiku, tidak demikian.
Keraguan itu hanya ada dua pilihan....
HENTIKAN atau LANJUTKAN
tentunya melanjutkan dengan membangun sebuah persepsi baru
yang akhirnya membuat kita yakin.
Tak ada seorangpun yang mampu memaksa kita untuk memilih keputusan itu.
Apalagi untuk urusan yang menyangkut masa depan.
Aku yakin, hati ini kemudian perlahan digerakkan olehNya
karena Allah yang menunjukkan. itu saja...
Tanpa desakan dari siapapun. itu saja...
Biarkan keyakinan itu datang dari diri pribadi kita.
Karena jika demikian adanya, maka kita tak akan mudah digoyahkan oleh
pendapat atau persepsi orang lain.
(sudah ! Tidak usaha ada banyak TAPI !)
Bismillah, percaya sama Allah kalau Allah akan menunjukkan.
Dengan satu syarat : kita mau meminta kepadaNya.
Bismillah, ketika niat itu pelan-pelan membulatkan tekad kita...
maka insya Allah semua akan baik-baik saja.
Bismillah, keyakinan itu akan mengantarkan kita untuk tetap bertahan.
Kalau bilang masalah resiko ? Semua pilihan pasti ada resikonya masing-masing.
Simple kan ?
Kau tahu, kenapa Allah meminta kita untuk selalu "BISMILLAH" sebelum
melakukan berbagai aktivitas ?
Itu supaya kita yakin bahwa apapun yang terjadi kemudian
tak lain tak bukan adalah sebuah fase yang harus kita lewati.
Menjadi rangkaian bentuk cinta Allah pada kita.
Sekali lagi, Bismillah...untuk apapun yang sudah menjadi keputusan kita.
ketika hati ikut bertasbih bersama sejuta sel dalam tubuh kita...
maka hanya ada satu keyakinan yang benar-benar membuat kita bertahan...
cukup meletakkan ALLAH di posisi yang pertama sebagai satu alasan
untuk mengambil keputusan.
Maka jika sudah yakin, masih perlukah kita mempertanyakan
mengapa angin tanpa permisi mengugurkan dedaunan ?
mengapa ombak tanpa bertanya dulu pada pasir untuk rela dibasahi ?
dan mengapa tunas daun tak meminta izin pada bumi untuk tumbuh pada tanahnya ?
(Dear seseorang yang sudah memantapkan hatinya untuk menjalani sebuah keputusan,
nanti ku beritahu mengapa aku menulis demikian.
Jazakillah for everything sista : Nisa A.M)
mudah terombang-ambing
oleh angin
oleh hujan
oleh badai...
Mana mungkin kita akan berjalan di atas keraguan ?
Keraguan itu....
Ada banyak 'mungkin' yang menyebabkannya.
Kau tahu...
membangun sebuah keputusan di atas segala keraguan itu...
berat dan...
tak bisa ku bayangkan apa yang akan kemudian terjadi nanti.
Ada yang bilang,
mungkin itu awal yang meragukan tapi kalau sudah dijalani,
pasti akan menemukan kemantapan.
Bagiku, tidak demikian.
Keraguan itu hanya ada dua pilihan....
HENTIKAN atau LANJUTKAN
tentunya melanjutkan dengan membangun sebuah persepsi baru
yang akhirnya membuat kita yakin.
Tak ada seorangpun yang mampu memaksa kita untuk memilih keputusan itu.
Apalagi untuk urusan yang menyangkut masa depan.
Aku yakin, hati ini kemudian perlahan digerakkan olehNya
karena Allah yang menunjukkan. itu saja...
Tanpa desakan dari siapapun. itu saja...
Biarkan keyakinan itu datang dari diri pribadi kita.
Karena jika demikian adanya, maka kita tak akan mudah digoyahkan oleh
pendapat atau persepsi orang lain.
(sudah ! Tidak usaha ada banyak TAPI !)
Bismillah, percaya sama Allah kalau Allah akan menunjukkan.
Dengan satu syarat : kita mau meminta kepadaNya.
Bismillah, ketika niat itu pelan-pelan membulatkan tekad kita...
maka insya Allah semua akan baik-baik saja.
Bismillah, keyakinan itu akan mengantarkan kita untuk tetap bertahan.
Kalau bilang masalah resiko ? Semua pilihan pasti ada resikonya masing-masing.
Simple kan ?
Kau tahu, kenapa Allah meminta kita untuk selalu "BISMILLAH" sebelum
melakukan berbagai aktivitas ?
Itu supaya kita yakin bahwa apapun yang terjadi kemudian
tak lain tak bukan adalah sebuah fase yang harus kita lewati.
Menjadi rangkaian bentuk cinta Allah pada kita.
Sekali lagi, Bismillah...untuk apapun yang sudah menjadi keputusan kita.
ketika hati ikut bertasbih bersama sejuta sel dalam tubuh kita...
maka hanya ada satu keyakinan yang benar-benar membuat kita bertahan...
cukup meletakkan ALLAH di posisi yang pertama sebagai satu alasan
untuk mengambil keputusan.
Maka jika sudah yakin, masih perlukah kita mempertanyakan
mengapa angin tanpa permisi mengugurkan dedaunan ?
mengapa ombak tanpa bertanya dulu pada pasir untuk rela dibasahi ?
dan mengapa tunas daun tak meminta izin pada bumi untuk tumbuh pada tanahnya ?
(Dear seseorang yang sudah memantapkan hatinya untuk menjalani sebuah keputusan,
nanti ku beritahu mengapa aku menulis demikian.
Jazakillah for everything sista : Nisa A.M)
Selasa, 12 Februari 2013
Media Kampus : Dakwah yang Gak Ada Matinya !
Nailul Azmi, S.Pd
--karena dia
memberikan denyut dan nafas bagi kehidupan. Membuktikan adanya sebuah
peradaban. Bukan kumpulan manusia-manusia yang mati, tetapi mereka yang berani
hidup dengan ruh-ruh baru yang merasuki setiap tulisan. Menulislah...!
Tentang media / pers ?
Media menjadi sorotan sebagai pertanda adanya kehidupan sebuah lembaga. Hmm, nampaknya seperti jantung bagi tubuh manusia. Well,pada kenyataannya media menjadi hal yang sangat penting dan dijadikan sebagai sarana komunikasi antara penyampai pesan kepada khalayak umum (penerima pesan).
Media bisa berupa media cetak dan online. Media bersangkutan dengan adanya keberadaan Pers di beberapa lembaga. Dilihat dari sejarahnya,
munculnya lembaga pers Islam di Indonesia dimulai pada awal abad ke-20, bersamaan
dengan lahir dan menyebarnya ide-ide reformasi yang berkembang di Timur Tengah,
terutama dari Mesir. Ide-ide tentang reformasi itu, setidaknya menyebar melalui
dua majalah terkemuka di Mesir, Urwatul Wutsqo dan Al Manar.
Koran Republika salah satu media berbau Islam tanah air. Penyebaran
ide ini begitu luas, hingga ke Jawa, dan melahirkan gerakan Jami’at Khair. Para
anggota organisasi ini kemudian menyebar dan mendirikan organisasinya sendiri,
seperti KH Ahmad Dahlan yang mendirikan Muhammadiyah. Selain Muhammadiyah,
berdiri pula beberapa perkumpulan lain seperti Sarekat Dagang Islam, Persatuan
Islam, atau Jong Islamienten Bond (Joenaidi, 1997).
Organisasi-organisasi ini membangun
iklim diskusi bagi pemikiran Islam mutakhir. Dalam skala yang lebih luas, ini
memunculkan kebutuhan akan pers Islam. Pers menjadi sarana untuk menyapaikan ideologi pemikiran masing-masing organisasi sehingga masyarakat umum terbuka wawasannya terlepas mereka akan mengikuti ideologi yang mana.
Namun, setelah pintu reformasi terbuka
pada akhir 1997 dan berkembang era 1998 keberadaan pers Islam semakin luas,
baik itu sebagai media dakwah maupun sebagai wadah perlawanan rezim. Dan hal
inilah yang menjadi pemicu dari semakin berkembangnya pers Islam di Indonesia.
Kampus dapat dikatakan sebagai
miniatur negara yang berisi masyarakat kampus, tatanan pemerintahan hingga
sosial society yang memiliki peran yang penting. Keberadaan media tentunya juga
memiliki manfaat yang sangat baik dalam pembangunan sebuah negara sehingga
muncullah berbagai sarana menyalur komunikasi dan informasi yang biasa disebut
media kampus.
Media atau pers kampus dalam sebuah
negara memiliki posisi yang signifikan dalam proses pembangunan dan kehidupan
masyarakat. Posisi media semestinya mampu diperankan di kampus sebagai miniatur
negara.
Tujuan adanya media kampus
Konsumen media di kampus adalah masyarakat kampus. Masyarakat yang
bagaimana yang akan kita cita-citakan ? Masyarakat buta berita, Masyarakat
bodoh, Masyarakat cerdas, Masyarakat berpikir. Itu semua menjadi garapan besar
bagi pejuang pena yang ada di dalamnya.
Sebenarnya fungsi media itu sangat banyak. Namun disini saya
rangkum menjadi 3 pokok penting
Fungsi
Pendidikan : Pers itu sebagi sarana pendidikan massa (mass Education), pers
memuat tulisan-tulisan yang mengandung pengetahuan sehingga masyarakat
bertambah pengetahuan dan wawasannya.
Fungsi
Hiburan : Pers juga memuat hal-hal yang bersifat hiburan untuk
mengimbangi berita-berita berat (hard news) dan artikel-artikel yang
berbobot. Berbentuk cerita pendek, cerita bersambung, cerita bergambar,
teka-teki silang, pojok, dan karikatur.
Fungsi
Kontrol Sosial : mengontrol masyarakat dan pemerintahan. Bagaimana tindakan
pemerintah dan respon masyarakat atau mungkin sebaliknya. Hal demikian akan
tercover melalui adanya
Inti : INFLUENCE—menginspirasi—mewarnai dengan nilai kebaikan.
Karakteristik pers
Karakteristik Pers haruslah benar-benar diperhatikan mengingat
sasaran yang akan kita tuju adalah masyarakat luas/umum. Apa yang akan kita
sampaikan menjadi tanggung jawab kita yang mengelola sebuah media. Pers yang Islami
harus mencerminkan tiga hal:
Fathonah, artinya
pers Islam itu harus mencerdaskan masyarakat atau khalayak audien. Jika
komunitas kita berbasis Islam, maka kenapa harus malu menyampaikan nilai-nilai
kebenaran yang sesui Islam. Toh kita percaya dan yakin kalau Islam itu agama
yang benar.
Tablig atau menyampaikan. Pesan dakwah itu harus disampaikan kepada khalayak secara luas. Beramar ma’ruf melalui tulisan memiliki seni tersendiri. Apa yang kita sampaikan melalui tulisan, lalu itu bernilai kebaikan, maka akan banyak pahala yang mengalir untuk kita. Insya Allah.
Tablig atau menyampaikan. Pesan dakwah itu harus disampaikan kepada khalayak secara luas. Beramar ma’ruf melalui tulisan memiliki seni tersendiri. Apa yang kita sampaikan melalui tulisan, lalu itu bernilai kebaikan, maka akan banyak pahala yang mengalir untuk kita. Insya Allah.
Jujur.
Kejujuran harus ditegakkan dalam pers itu sendiri sebagai instrumen komunikasi.
Berita yang tidak jujur hanya akan membodohkan masyarakat luas. Apalagi
masyarakat terkadang sering menelan berita mentah-mentah. Lalu menyebar melalui
mulut ke mulut padahal belum tentu kebenaran beritanya. Bahaya kah ? coba
renungkan !
Qaulan Ma'rufa, bagaimana berkomunikasi dengan cara-cara
yang baik, yang ma'ruf dan bijaksana.
Qaulan Balighah, menyampaikan secara tepat pada target
audiennya. Harus juga memperhatikan kondisi sosiologis, psikologis masyarakat,
khalayak yang heterogen. Jika sasaran mahasiswa maka gunakanlah bahasa
mahasiswa, jika sasarannya anak-anak maka gunakan bahasa yang mudah dicerna.
Bukan sebaliknya.
Qaulan Karima, bagaimana pesan media itu disampaikan dengan
cara yang santun, bukan berita atau informasi yang vulgar dan tidak etis.
Sesuai kode etik jurnalistik.
Siapa yg harus ada di media kampus ?
Mujahid bil qalam, itulah jawabannya. Siapakah mereka ? KITA.
siapapun bisa asal dia termasuk orang berakal, mau berpikir, mau belajar, mau
berbagi, mau menyampaikan kebaikan (amar ma’ruf nahi mungkar) dan siap
berkontribusi dengan gigih. So, are you ready ?
Menjadi pendekar pena, penoreh dakwah Islam, be mujahid/mujahidah bil qalam ??? Bergegas, lekas bergerak, kawan ! Sebelum idemu lapuk.
Sabtu, 19 Januari 2013
Biologi untuk Kovalen ABSP '12
BIOLOGI
Biologi
adalah ilmu mengenai kehidupan. Istilah ini diambil dari bahasa Belanda ”biologie”,
yang juga diturunkan dari gabungan kata bahasa Yunani, bios (”hidup”)
dan logos (”lambang”, ”ilmu”). Dahulu dikenal dengan istilah ilmu hayat
(diambil dari bahasa Arab, artinya ”ilmu kehidupan”).
Objek
kajian biologi sangat luas dan mencakup semua makhluk hidup. Karenanya, dikenal
berbagai cabang Biologi yang mengkhususkan diri pada setiap kelompok organisme,
seperti botani untuk mempelajari tumbuhan, zoologi untuk mempelajari hewan, dan
mikrobiologi untuk mempelajari mikroorganisme. Berbagai aspek kehidupan dikupas
tuntas melalui cabang Biologi seperti ciri-ciri fisik dipelajari dalam anatomi
(tumbuhan, hewan maupun manusia), sedang fungsinya dipelajari dalam fisiologi.
Hubungan antar sesama makhluk dan dengan alam sekitar dapat dipelajari dalam
ekologi, dan mekanisme pewarisan sifat dipelajari dalam genetika.
Gejala Biotik dan
Abiotik
Jika seseorang ingin mengetahui sesuatu melalui pengamatan,
tidak akan berhasil baik apabila pengamatan yang dilakukan tanpa melalui
langkah aatau tau metode yang terencana dan sistematis untuk memperoleh informasi
gejala alam biotik dan abiotik.
a. Biotik adalah bagian alam yang bersifat
hidup, contoh : manusia, hewan, tumbuhan, bakteri, kuman (mikroorganisme)
b. Abiotik adalah benda alam yang bersifat
mati. Contohnya : air, udara, tanah.
Adapun gejala biotik dan abiotik yang saling mempengaruhi.
a. Biotik yang mempengaruhi Abiotik
Rayap memakan meja kayu hingga rusak, lumut
melapukkan batuan, dll
b. Abiotik yang mempengaruhi Biotik
Air sungai yang meluap merusak ladang milik
petani, dll
Metode Ilmiah / Kerja
Ilmiah
Langkah atau metode yang paling tepat digunakan di dalam
pengamatan yaitu metode ilmiah. Metode ilmiah adalah suatu perangkat untuk
memecahkan masalah, mengetahui penyebab sehingga memiliki kesimpulan yang dapat
masuk akal dan dapat dipercaya.
Langkah kerja ilmiah dalam penelitian :
1. Merumuskan masalah
2. Melakukan hipotesis (dugaan sementara berdasarkan kajian
teori)
3. Merancang percobaan (menyiapkan alat dan bahan serta
cara kerja)
4. Melakukan pengamatan
5. Mengumpulkan data pengamatan
6. Membuat kesimpulan penelitian
Penelitian akan berhasil jika peneliti
menggunakan sikap ilmiah dalam penelitian. Sikap ilmiah yang perlu dimiliki
oleh peneliti atau orang yang melakukan penelitian adalah :
1. Mencintai kebenaran : jujur dan obyektif.
2. Tidak purba sangka : Tidak berpikir buruk sangka dan tidak
masuk akal.
3. Toleransi terhadap orang lain
Pengetahuan tidak mutlak
sempurna, maka menghargai pendapat orang
lain dapat digunakan untuk
memperbaiki, melengkapi, menyempurnakan
pengetahuan dan tidak memaksa
orang lain.
4. Ulet : Tidak putus asa dan selalu berusaha walaupun kadang penelitian
gagal
5. Teliti dan hati-hati : melakukan sesuatu dan hati-hati dalam
mengambil
kesimpulan dan
mengeluarkan pendapat.
6. Ingin tahu
Rasa ingin tahu merupakan
titik awal dari pengetahuan dengan didorong untuk ingin tahu lebih banyak dalam
melakukan sesuatu.
7. Optimis
Selalu optimis karena terbiasa dengan
percobaan atau eksperimen.
Penulisan Laporan Ilmiah
Suatu pengamatan wajib melampirkan laporan
hasil pengamatan atau penelitian. Adapun aturan membuat laporan penelitian yang
sederhana adalah mengikuti urutan sebagai berikut
1.
Menuliskan
judul penelitian
2.
Menuliskan
tujuan dari sebuah penelitian
3.
Menuliskan
dasar teori yang diambil dari buku, refrensi, dll yang menguatkan penelitian
4.
Menuliskan
cara kerja percobaan yang akan dilakukan
5.
Menuliskan
alat dan bahan yang digunakan
6.
Menuliskan
data pengamatan dan mengolah data.
7.
Melakukan
pembahasan dari hasil pengamatan
8.
Membuat
kesimpulan berdasarkan hasil pengamatan. Biasanya kesimpulan itu menjawab dari tujuan
penelitian.
Selamat belajar...!!
Langganan:
Postingan (Atom)
